BLITAR— DPD LDII kota Blitar menggelar Pengajian Sarimbit di Gedung DPD LDII Kota Blitar, Minggu (15/02) Pagi. Kegiatan yang diinisiasi Bidang BK PPG Kota Blitar tersebut bertujuan memperkuat keharmonisan dan keromantisan pasangan suami-istri.

Mengangkat tema “Sehidup Sesurga”, acara menghadirkan pasangan narasumber dr.Rio Azadi,Sp.PD. dan Sofia Sahid,M.Psi. Keduanya merupakan pengurus DPW LDII Jawa Timur.

Kegiatan dihadiri Dewan Penasihat, pengurus DPD dan PPG Kota Blitar. Peserta utamanya adalah pasangan Nikah dibawah 15 Tahun bahkan ada juga yg 20 Tahun lebih turut ikut hadir dari PAC dan PC LDII Kota Blitar.

Dewan Penasihat DPD LDII kota Blitar KH. Sudarso, menekankan pentingnya pemahaman hak dan kewajiban suami-istri sebagai dasar keharmonisan keluarga.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dalam rumah tangga, suami dan istri harus menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya. Jangan sampai persoalan sepele memicu pertengkaran yang berujung perceraian,” ujarnya.

Ia menambahkan, pernikahan yang diniatkan sebagai ibadah akan membawa keluarga menuju sakinah, mawaddah, warahmah, serta keberkahan. Karena itu, nilai agama menjadi pondasi utama dalam membangun rumah tangga.

Pada sesi awal, dr.Rio dan Sofia mengajak peserta melakukan pose dan yel-yel “Kita Bikin Romantis”. Awalnya sebagian peserta terdiam, tak lama kemudian mereka tertawa bersama.

Dalam materinya, kedua narasumber menegaskan bahwa ketenangan rumah tangga terbangun dari kesadaran suami-istri dalam memenuhi kewajiban masing-masing.

“Mencari bahagia dalam pernikahan itu wajar. Namun yang lebih utama adalah mencari pahala. Kalaupun ada masa tidak bahagia, pernikahan tetap bisa dipertahankan karena masih ada nilai ibadah di dalamnya,” jelas dr. Rio.

Ia juga menjelaskan fase perjalanan pernikahan, mulai bulan madu, kekecewaan, kesadaran, perubahan, hingga cinta sejati. Sementara untuk membangun hubungan yang harmonis, pasangan diajak memahami love languages, seperti kata-kata afirmasi, waktu berkualitas, pelayanan, sentuhan, dan pemberian hadiah.

Materi disampaikan dalam tiga seri. Pertama, Harmonisasi, yang membahas tujuan pernikahan dan peran suami-istri. Kedua, Komunikasi, yang menyoroti pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik. Ketiga, Keluarga Berfungsi, yang mengulas manajemen rumah tangga dan pola asuh positif.

Sesi refleksi menutup kegiatan dengan penuh keharuan. Para peserta diminta saling menatap, menggenggam tangan, berpelukan, dan mengucapkan terima kasih kepada pasangan. Banyak di antaranya menitikkan air mata saat diminta melakukan introspeksi atas perjalanan pernikahan masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *